Baca draft 0,5 nya Yudhis senyum2 sendiri gue. Yang tadinya mau izin bentar karena ngantuk, malah jadi gonjreng pas gue klik link yang dishare Yudhis. Langsung gue screencap ke grup tim lain sebagai laporan progres. Cihuyyy....
"A Mystical Music Dramatic Reading Performance" berangkat dari poros Mataram Islam & Serat Sastra Gendhing karya Sultan Agung. Pertunjukan ini akan dipentaskan 12 Juli 2026 di Taman Budaya Yogyakarta. Supported by Dinas Kebudayaan Yogyakarta & Melbourne Symphony Orchestra :D
28 Mei 2026
Kali kedua gagal janjian karena gue selalu meleset ngatur waktu. Haa...
Kenalin, Yudhis, yang akan bantu gue nulis dipertunjukan nanti. Doi gitaris band Rachun dan penulis di salah satu start up yang gue kagumi juga beberapa latar belakang seninya cukup beririsan, pertunjukan. Gak ada alasan lain selain ekosistem yang mempertemukan kami pada simpang yang lucu. Jadi waktu itu Yudis numpang nginep di studio gue sembari ngajar musik buat kelas private yang dia buka untuk anak-anak. Gue harus tengkyu ama Arap soal ini.
26 Mei 2026
Untuk pertama kalinya kami kumpul bertiga, gue, Bakwen dan El Lang buat ngomongin arah dan strategi komunikasi pertunjukan ini. Ngepasi malam lebaran Idul Adha, sehingga jarak yang tadinya dekat menjadi jauh karena waktu yang ditempuh jadi bertambah karena perayaan itu. Angkringan yang kami pilih juga berada di sekitaran pondok pesantren Krapyak, sehingga makin meriah. Untung sebelumnya udah lihat takbiran di On The Pop!
25 Mei 2026
Setelah ketemu Pea, mas Ari dan chat ama mas Wok the Rock, saatnya gue nemuin Dabwok (wowok). Jujur, gue belum pernah komunikasi intens ama Wowok selain karena kami sejurusan di kampus dulu. Dan belum pernah satu project juga. Mungkin terdekatnya di Cherrypop 2025 kemarin, kebetulan Dabwok manggung di booth yg gue pegang ama Hafid, Rekam Skena/Chilli Stage.
23 Mei 2026
Pagi.
Gapleki tenan! Alih2 menghindari panas dengan bergeser meja dari belakang ke tengah, karena gue ngerokok, teman2 gue sangat ngerti untuk tidak mengambil meja di ruang AC. Padahal cuaca sangat panase puol tadi. "Bahkan untuk sumber ilmu aja palsu." Faiz berkomentar itu ketika gue, dengan niat rileks dulu karena baru sampe cafe tempat kami rapat, gue oper buku yg bagus soal poster. Haaa...
22 Mei 2026
Benar emang, kursi Indomaret semagis itu. Membawa kami pada hal-hal yang jadi titik tolak masing-masing. Kelas Pagi Yogyakarta jadi porosnya. Kemudian Pehagengsi, kemudian Grong Media, semua bermula dari Lebaran Seni Pehagengsi yang gue buat pas ngajar untuk Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya 2023 lalu.
20 Mei 2026
Gue terakhir meditasi pas zaman latihan teater di kampus, circa 2007an. Balik lagi ikut meditasi, kalo di sini bilangnya 'latihan mindfulllife', agar lebih bijak melihat 'hal-hal' yang datang kepada kita. Meditasi dilakukan selama 30 menit saja dengan sesi ngobrol sebelum dan sesudah, kira-kira 30an menit juga dan diakhiri dengan makan malam bersama. Gue ke sini ama Faiz. Faiz tahun lalu sering ikut ini untuk menenangkan diri.
19 Mei 2026
Kali ini mas Bima membawa kami ke Nurkadhatyan Ritual Spa yang lokasinya, in ibaru ngeh juga gue, di antara Hotel Ambarukmo dan Ambarukmo Plaza, persis di tengah-tengahnya. Ayem dan menenangkan. Bertemu bu Woro yang enerjik membuat gue dan teman-teman senyum-senyum.
18 Mei 2026
Penghayat dan semestanya. Cakra, simbol berbentuk lingkaran besar, lingkaran kecil menggambarkakan mikro kosmos (manusia) dan makro kosmos (pencipta) menjadi simbol untuk menuju kesempurnaan melalui berbagai cara batin (praktik agama). Juga bisa menggambarkan sebagai siklus hidup.
17 Mei 2026
Thx PUSPITA! Akhirnya gue nemu di mana Medang Kamulan/Kamulyan berada. Ternyata ada 2, pertama di Jawa Tengah, lalu selanjutnya dipindah ke Jawa Timur. Ini ini gue dapet dari Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kota Yogyakarta (PUSPITA) layanan perpustakaan keliling yg lagi (tumben) nangkring. Itung-itung persiapan ketemu mas Ari Hamzah nanti sore di Lokananta. Baru dua kali ini nemu perpustakaan keliling dekat rumah. Sayangnya jadwalnya gak nentu. Padahal jadi asik banget kalo jadwalnya rutin. Orang yg abis pada olah raga, sarapan trus sambil cabaca. Kalo gak ngantuk sih.
15 Mei 2026
Nah, ini curhat colongannya wkwkkw... Gue selalu punya pegangan mantra dikala-kala seperti ini: “YANG PASTI ADALAH KEGAGALAN, YANG PALING KONSISTEN ADALAH PERUBAHAN, YANG TERPENTING ADALAH PERCOBAAN” (Remix Herakleitos). Kembali membaca catatan tanggal 8 Mei 2026 soal Etika, Estetika dan Ruang.
13 Mei 2026
Berlibur ke rumah Pea (Kiki Pea). Hagia ama Menis jadi ketemu. Kami banyak ngobrol soal, obrolan apalagi kalo ama Pea, ya musik dan film lah. Ditutup makan seafood masakan mbak Lyz + dapat oleh-oleh pepaya yang panen langsung dari pohonnya. Sebelum pulang ke rumah, gue sengaja mampir ke Pevita, sekalian ngadem sekalian cabaca beberapa buku yang udah gue incer minggu lalu.
11 Mei 2026
Ulang tahun dengan kado spesial: puding coklat lumer yang dibikin Hagia yang gak gue makan-makan sampe diprotes setiap harinya, menonton konser film Billie Eilish dan proses pertunjukan ini. Gue keinget pertanyaan dari buku Start with Why nya Sinek, "Di mana kalian melihat diri kalian sendiri di proses ini?". Selamat ulang tahun Kiki, semoga semua hajat qobul. Amin. Tapi konser Hit Me Hard and Soft nya Billie Eilish format 3D bagus banget, berapa kali gue nangis sambil nyanyi pelan-pelan dan gumun karena kami benar-benar enjoy merasakan 3D sampe, "wah, ada penonton konser di depan kita", "wah, ini 3D".
8 Mei 2026
Etika, Estetika, dan Ruang. Kami masih buruk presentasi, struktur amburadul, inggris gak lancar dan lebih banyak jeda menunggu karena slide terpisah-pisah di presentasi kemarin menurut mas Inu, fasilitator kami dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Kami rapat di perpustakaan Museum Sonobudoyo yang sejuk dengan banyak revisi di tim kami. Di bagian penyutradaraan, mas Inu kasih catatan yang bagus soal pertimbangan antara etika dan estetika yang akhirnya kembali pada visi projek Art Management Workshop ini. Baiklah, segera kami beresin sambil makan siang di warung dekat alun-alun utara sambil diliatin ama Nicholas Saputra yang malu-malu sampe bikin lupa untuk foto mbak Arin. Maafkan daku ya mbak, besok tak foto kalo ketemu. Malamnya, seakan semesta menjawab kepusinganku soal etika dan estetika tadi lewat pak Harno. Kami bersamping-sampingan di 2 pentas hari terakhir Yogyakarta Urban Teater Festival (YUT Fest). Penyutradaan itu soal membagi ruang ke tim lain, pungkas pak Harno. Sehat terus pak, sampai jumpa segera!
7 Mei 2026
Datang telat dan pulang duluan karena pengen ikut ke penguburan mas Bacep (Bagus Sumartono, penulis naskah film pendek Tilik karya Ravacana Films) di Imogiri dibonceng Fauzan 'Bandot' bareng Damai. Nonton mas Wawan, panggung Mata Emprit dan mas Hasnan yang didorong sambil main Cello-nya.
6 Mei 2026
Jadwal kami konsultasi dengan Melbourne Symphony Orchestra 9MSO) dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Dateng kepagian sengaja buat mempersiapkan materi rapat sambil latihan. Saking lapernya Amel sampe nyasar 2 kali dan lupa naroh kunci motor di mana sampe tukang parkir Bakso & Mie Ayam Pak Karman geleng-geleng kepala pas tahu kalo kunci motornya ditemukan di dalam tas Amel sendiri. Malamnya nonton Yogyakarta Urban Teater Festival (YUT Fest) pertunjukan Belajar Membaca dari Teater Seriboe Djendela dari Universitas Sanata Dharma. Pagi seger karena presentasi lancar, malamnya senang karena pertunjukannya ngangkat soal literasi juga dan diakhiri ketemu pak Iwan dan istri ditemani Ipung untuk ngobrol soal ruwatan yang masih beliau lakukan hari ini. Dan gue diminta mandi kembang 7 rupa tepat tgl 10 dinihari, di hari ulang tahun gue. Mereka bilang ini Tumbuk Agung, kembali ke 0. Gue gak tau perjalanan proses ini mau bawa gue ke mana. Tapi niat baik pasti akan baik walau di tengah jalan gue ngerasa dihadapkan dengan banyak persimpangan, persimpangan dengan godaan-penasaran masing-masing. Ipung selalu ngingetin soal "S 2 kehidupan, yang lu mau itu, yang tuhan kasih ini. Haaaa..." dan gue masih penasaran ama mandi kembang itu.
5 Mei 2026
Sengaja gue nganter pesenan kaos buat pak Sugeng ke Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), sore tadinya manasin bacaan lagi di Pevita, hee... Ngelewatin jalan di antara Concert Hall dan Societet, foto-foto beberapa sudut, dan bayangan aktivitas yang pernah alamin di tempat itu muncul berganti-ganti dengan cepat. Akhirnya masuk ke dalam setelah WA dari pak Sugeng masuk. Back stage, tirai, lighting, stager, suara HT dan kursi merah penonton. Hawa yang familiar tapi berjarak, tapi rasa kangen lebih kuat dari apapun. Gak sabar besok nonton teater lebih intens lagi. Kancil (Helmi) masih setia di posisinya sejak terakhir ketemu sebelum pandemi.
3 Mei 2026
00:00 WIB gue balik, Ipung balik. Rapat sebat ama Amel lanjut ketemu Asef (Asef Saeful Anwar) dan ditutup di kandang sendiri bareng anak Teta (Teater Tangga). Balik (kembali) jadi semacam kesimpulan dari setiap pertemuan hari ini. Ada apa dengan balik, kembali, atau pulang?
2 Mei 2026
Jujur gue jarang ke museum. Ini karena ada keperluan pertunjukan ini, jadi balik lagi ke Museum Sonobudoyo untuk yang ke sekian kalinya. Nonton, baca ulang, liat gambar, dan ngerasain kenapa tembok di section ini dicat merah? Bisa jadi ada hubungannya ama Megatruh. Hmm...
1 Mei 2026
Benar kata Amel, seniman emang gak ada liburnya, bahkan merayakan dirinya saja tidak. Langit yang luas, hamba mohon ampun segala dosa yang telah lalu dan akan. Amin
Langganan:
Postingan (Atom)