13 Mei 2026

Berlibur ke rumah Pea (Kiki Pea). Hagia ama Menis jadi ketemu. Kami banyak ngobrol soal, obrolan apalagi kalo ama Pea, ya musik dan film lah. Ditutup makan seafood masakan mbak Lyz + dapat oleh-oleh pepaya yang panen langsung dari pohonnya. Sebelum pulang ke rumah, gue sengaja mampir ke Pevita, sekalian ngadem sekalian cabaca beberapa buku yang udah gue incer minggu lalu.

11 Mei 2026

Ulang tahun dengan kado spesial: puding coklat lumer yang dibikin Hagia yang gak gue makan-makan sampe diprotes setiap harinya, menonton konser film Billie Eilish dan proses pertunjukan ini. Gue keinget pertanyaan dari buku Start with Why nya Sinek, "Di mana kalian melihat diri kalian sendiri di proses ini?". Selamat ulang tahun Kiki, semoga semua hajat qobul. Amin. Tapi konser Hit Me Hard and Soft nya Billie Eilish format 3D bagus banget, berapa kali gue nangis sambil nyanyi pelan-pelan dan gumun karena kami benar-benar enjoy merasakan 3D sampe, "wah, ada penonton konser di depan kita", "wah, ini 3D".

8 Mei 2026

Etika, Estetika, dan Ruang. Kami masih buruk presentasi, struktur amburadul, inggris gak lancar dan lebih banyak jeda menunggu karena slide terpisah-pisah di presentasi kemarin menurut mas Inu, fasilitator kami dari Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Kami rapat di perpustakaan Museum Sonobudoyo yang sejuk dengan banyak revisi di tim kami. Di bagian penyutradaraan, mas Inu kasih catatan yang bagus soal pertimbangan antara etika dan estetika yang akhirnya kembali pada visi projek Art Management Workshop ini. Baiklah, segera kami beresin sambil makan siang di warung dekat alun-alun utara sambil diliatin ama Nicholas Saputra yang malu-malu sampe bikin lupa untuk foto mbak Arin. Maafkan daku ya mbak, besok tak foto kalo ketemu. Malamnya, seakan semesta menjawab kepusinganku soal etika dan estetika tadi lewat pak Harno. Kami bersamping-sampingan di 2 pentas hari terakhir Yogyakarta Urban Teater Festival (YUT Fest). Penyutradaan itu soal membagi ruang ke tim lain, pungkas pak Harno. Sehat terus pak, sampai jumpa segera!

7 Mei 2026

Datang telat dan pulang duluan karena pengen ikut ke penguburan mas Bacep (Bagus Sumartono, penulis naskah film pendek Tilik karya Ravacana Films) di Imogiri dibonceng Fauzan 'Bandot' bareng Damai. Nonton mas Wawan, panggung Mata Emprit dan mas Hasnan yang didorong sambil main Cello-nya.

6 Mei 2026

Jadwal kami konsultasi dengan Melbourne Symphony Orchestra 9MSO) dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Dateng kepagian sengaja buat mempersiapkan materi rapat sambil latihan. Saking lapernya Amel sampe nyasar 2 kali dan lupa naroh kunci motor di mana sampe tukang parkir Bakso & Mie Ayam Pak Karman geleng-geleng kepala pas tahu kalo kunci motornya ditemukan di dalam tas Amel sendiri. Malamnya nonton Yogyakarta Urban Teater Festival (YUT Fest) pertunjukan Belajar Membaca dari Teater Seriboe Djendela dari Universitas Sanata Dharma. Pagi seger karena presentasi lancar, malamnya senang karena pertunjukannya ngangkat soal literasi juga dan diakhiri ketemu pak Iwan dan istri ditemani Ipung untuk ngobrol soal ruwatan yang masih beliau lakukan hari ini. Dan gue diminta mandi kembang 7 rupa tepat tgl 10 dinihari, di hari ulang tahun gue. Mereka bilang ini Tumbuk Agung, kembali ke 0. Gue gak tau perjalanan proses ini mau bawa gue ke mana. Tapi niat baik pasti akan baik walau di tengah jalan gue ngerasa dihadapkan dengan banyak persimpangan, persimpangan dengan godaan-penasaran masing-masing. Ipung selalu ngingetin soal "S 2 kehidupan, yang lu mau itu, yang tuhan kasih ini. Haaaa..." dan gue masih penasaran ama mandi kembang itu.

5 Mei 2026

Sengaja gue nganter pesenan kaos buat pak Sugeng ke Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Ngelewatin jalan di antara Concert Hall dan Societet, foto-foto beberapa sudut, dan bayangan aktivitas yang pernah alamin di tempat itu muncul berganti-ganti dengan cepat. Akhirnya masuk ke dalam setelah WA dari pak Sugeng masuk. Back stage, tirai, lighting, stager, suara HT dan kursi merah penonton. Hawa yang familiar tapi berjarak, tapi rasa kangen lebih kuat dari apapun. Gak sabar besok nonton teater lebih intens lagi. Kancil (Helmi) masih setia di posisinya sejak terakhir ketemu sebelum pandemi.

3 Mei 2026

00:00 WIB gue balik, Ipung balik. Rapat sebat ama Amel lanjut ketemu Asef (Asef Saeful Anwar) dan ditutup di kandang sendiri bareng anak Teta (Teater Tangga). Balik (kembali) jadi semacam kesimpulan dari setiap pertemuan hari ini. Ada apa dengan balik, kembali, atau pulang?

2 Mei 2026

Jujur gue jarang ke museum. Ini karena ada keperluan pertunjukan ini, jadi balik lagi ke Museum Sonobudoyo untuk yang ke sekian kalinya. Nonton, baca ulang, liat gambar, dan ngerasain kenapa tembok di section ini dicat merah?

1 Mei 2026

Benar kata Amel, seniman emang gak ada liburnya, bahkan merayakan dirinya saja tidak. Langit yang luas, hamba mohon ampun segala dosa yang telah lalu dan akan. Amin

Cari Blog Ini